FAQ - REPORT PSAK

Imbalan Paska kerja apa saja yang dihitung?


Imbalan pasca kerja yang dihitung untuk dicadangkan dalam PSAK-24. Yaitu :

  • Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Pensiun

  • Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Sakit Berkepanjangan / Cacat

  • Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Meninggal Dunia

  • Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Mengundurkan diri (secara baik-baik)




Kenapa PSAK-24 harus diterapkan di Perusahaan ?


Penerapan PSAK 24 di Perusahaan diharuskan karena : 1. Prinsip akutansi accrual basis.
Perusahaan harus mempersiapkan (mencadangkan/mengakui) utang (liability), untuk imbalan yang akan jatuh tempo nanti 2. Tidak ada kewajiban yang tersembunyi / Fulldisclosure.
Artinya jika didalam laporan keuangan tidak ada account untuk imbalan pasca kerja (melalui PSAK-24), maka secara tidak langsung perusahaan sebenarnya “menyembunyikan” kewajibannya untuk imbalan pasca kerja 3. Kaitannya dengan arus kas di perusahaan.
Jika ada karyawan yang keluar karena pensiun dan perusahaan memberikan manfaat pensiun kepada karyawan tersebut. Maka pada periode berjalan perusahaan harus mengeluarkan sejumlah uang yang mengurangi laba perusahaan. Jika dari awal perusahaan sudah mencadangkan imbalan pensiun ini (imbalan pasca kerja), maka imbalan pensiun yang dibayarkan tersebut tidak akan secara langsung mengurangi laba, akan tetapi akan mengurangi pencadangan / accrual / kewajiban atas imbalan pasca kerja yang telah di catatkan perusahaan di laporan keuangan




Ketentuan tentang Penerapan Laporan PSAK 24


- Dikeluarkan oleh Dewan Standar Akutansi Keuangan (DSAK), yang berada di bawah organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). - Dewan ini mengeluarkan buku panduan untuk penerapan standar akuntansi keuangan yang disebut dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)




Laporan PSAK24 mengacu kepada apa dalam pembuatan laporannya?


PSAK-24 secara keseluruhan mengacu kepada International Accounting Standard (IAS) sebagai bagian dari Standar Pelaporan Keuangan Internasional /International Financial Reporting Standards (IFRS), yang diterbitkan oleh oleh Badan Standar Akuntansi Internasional / International Accounting Standards Board (IASB)
UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003:
- Perusahaan di Indonesia wajib mematuhi undang-undang ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 (UUK). - UUK mengatur secara umum mengenai tata cara pemberian imbalan-imbalan di perusahaan, mulai dari imbalan istirahat panjang sampai dengan imbalan pemutusan hubungan kerja (PHK) - Imbalan-imbalan di UUK tersebut dapat diatur lebih lanjut di Peraturan Perusahaan (PP) atau di Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Perusahaan dan Serikat Pekerja





 

FAQ - KETENTUAN

Imbalan Paska kerja apa saja yang dihitung?


Imbalan pasca kerja yang dihitung untuk dicadangkan dalam PSAK-24. Yaitu :

  • Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Pensiun

  • Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Sakit Berkepanjangan / Cacat

  • Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Meninggal Dunia

  • Imbalan Pasca Kerja Karena Karyawan Mengundurkan diri (secara baik-baik)




Kenapa PSAK-24 harus diterapkan di Perusahaan ?


Penerapan PSAK 24 di Perusahaan diharuskan karena : 1. Prinsip akutansi accrual basis.
Perusahaan harus mempersiapkan (mencadangkan/mengakui) utang (liability), untuk imbalan yang akan jatuh tempo nanti 2. Tidak ada kewajiban yang tersembunyi / Fulldisclosure.
Artinya jika didalam laporan keuangan tidak ada account untuk imbalan pasca kerja (melalui PSAK-24), maka secara tidak langsung perusahaan sebenarnya “menyembunyikan” kewajibannya untuk imbalan pasca kerja 3. Kaitannya dengan arus kas di perusahaan.
Jika ada karyawan yang keluar karena pensiun dan perusahaan memberikan manfaat pensiun kepada karyawan tersebut. Maka pada periode berjalan perusahaan harus mengeluarkan sejumlah uang yang mengurangi laba perusahaan. Jika dari awal perusahaan sudah mencadangkan imbalan pensiun ini (imbalan pasca kerja), maka imbalan pensiun yang dibayarkan tersebut tidak akan secara langsung mengurangi laba, akan tetapi akan mengurangi pencadangan / accrual / kewajiban atas imbalan pasca kerja yang telah di catatkan perusahaan di laporan keuangan




Ketentuan tentang Penerapan Laporan PSAK 24


- Dikeluarkan oleh Dewan Standar Akutansi Keuangan (DSAK), yang berada di bawah organisasi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). - Dewan ini mengeluarkan buku panduan untuk penerapan standar akuntansi keuangan yang disebut dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)




Laporan PSAK24 mengacu kepada apa dalam pembuatan laporannya?


PSAK-24 secara keseluruhan mengacu kepada International Accounting Standard (IAS) sebagai bagian dari Standar Pelaporan Keuangan Internasional /International Financial Reporting Standards (IFRS), yang diterbitkan oleh oleh Badan Standar Akuntansi Internasional / International Accounting Standards Board (IASB)
UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003:
- Perusahaan di Indonesia wajib mematuhi undang-undang ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 (UUK). - UUK mengatur secara umum mengenai tata cara pemberian imbalan-imbalan di perusahaan, mulai dari imbalan istirahat panjang sampai dengan imbalan pemutusan hubungan kerja (PHK) - Imbalan-imbalan di UUK tersebut dapat diatur lebih lanjut di Peraturan Perusahaan (PP) atau di Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Perusahaan dan Serikat Pekerja





Marble Surface

Pengungkapan imbalan kerja PSAK-24 biasanya dihitung oleh seorang aktuaris yang bekerja di konsultan aktuaria, yaitu konsultan yang melakukan konsultasi dalam bidang aktuaria

FAQ - KONSULTAN AKTUARIA

Apa yang dimaksud dengan Konsultan Aktuaria ?


Konsultan aktuaria adalah sebuah perusahaan konsultan yang memberikan jasa konsultansi di bidang aktuaria. Aktuaria sendiri merupakan salah satu cabang ilmu di bidang matematika. Aktuaria merupakan kombinasi ilmu-ilmu matematika, statistika, ekonomi dan keuangan. Orang yang memiliki keahlian dalam ilmu aktuaria ini disebut aktuaris, yang berhak menyandang gelar Fellow of the Society of Actuaries of Indonesia (FSAI). Sebelum mendapatkan gelar FSAI, seseorang akan mendapatkan Ajun Aktuaris atau Associate of the Society of Actuaries of Indonesia (ASAI). Untuk memperoleh gelar aktuaris, seseorang harus lulus 10 mata ujian yang diselenggarakan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI).




Kenapa harus Konsultan Aktuaria yang melakukan perhitungan?


Professionalisme: Konsultan aktuaria merupakan konsultan yang sudah ahli dibidangnya sesuai dengan keilmuannya, untuk itu mereka sudah pasti lebih berpengalaman dalam menghitung beban untuk imbalan kerja PSAK-24 ini.

Independensi: Konsultan aktuaria merupakan pihak diluar perusahaan, jadi mereka akan lebih independen dalam menghitung beban imbalan kerja di perusahaan. Independensi ini juga yang seringkali di minta oleh pihak auditor external ketika mereka melakukan audit di satu perusahaan.

Efisiensi: dengan menyerahkan proses perhitungan beban imbalan kerja sesuai PSAK-24 maka proses audit keuangan akan lebih efisien, karena perusahaan tidak perlu dibuat rumit dengan perhitungan-perhitungan yang kompleks.




Pihak apa saja yang terkait dalam proses Perhitungan PSAK 24?


  • HRD Perusahaan, Bagian ini mempunyai data karyawan yang akan dibutuhkan sebagai data perhitungan PSAK 24.
  • Bagian Keuangan dan Auditor, Pihak yang terkait dalam proses perhitungan beban imbalan kerja PSAK-24 adalah auditor, biasanya eksternal auditor (Kantor Akuntan Publik-KAP). Seperti yang telah diketahui setiap perusahaan akan menyusun laporan keuangan di akhir tahun buku, maka pihak KAP akan melakukan audit diperusahaan. Pada proses audit tersebutlah hasil laporan PSAK-24 yang biasanya dihitung oleh konsultan aktuaria akan di cek validasi nya. Apakah sudah sesuai dengan PSAK-24 yang di keluarkan oleh DSAK-IAI atau belum.




Laporan PSAK24 mengacu kepada apa dalam pembuatan laporannya?


PSAK-24 secara keseluruhan mengacu kepada International Accounting Standard (IAS) sebagai bagian dari Standar Pelaporan Keuangan Internasional /International Financial Reporting Standards (IFRS), yang diterbitkan oleh oleh Badan Standar Akuntansi Internasional / International Accounting Standards Board (IASB)
UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003:
- Perusahaan di Indonesia wajib mematuhi undang-undang ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 (UUK). - UUK mengatur secara umum mengenai tata cara pemberian imbalan-imbalan di perusahaan, mulai dari imbalan istirahat panjang sampai dengan imbalan pemutusan hubungan kerja (PHK) - Imbalan-imbalan di UUK tersebut dapat diatur lebih lanjut di Peraturan Perusahaan (PP) atau di Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Perusahaan dan Serikat Pekerja





 
 

FAQ - TENTANG LAPORAN HASIL PERHITUNGAN

Beban tahun berjalan kenapa bisa naik dibandingkan tahun sebelumnya?


Mohon dijelaskan tentang Report PSAK 24 untuk beban tahun berjalan kenapa bisa naik dibandingkan tahun sebelumnya, Padahal jumlah karyawan berkurang dan jumlah salary yang dibayarkan turun.

  • Kenaikan Beban dan Kewaijban selain dipengaruhi oleh kenaikan gaji juga oleh pola kenaikan manfaat UU Ketenagakerjaan No. 13. (UUK 13

  • Dan melihat statitisik karyawan perusahaan JIKA banyak kelompok karyawan dengan masa kerjanya di kelompok masa kerja 0 tahun sd 5 tahun di mana untuk Range ini kenaikan manfaat antar tahun sangat tinggi.

Sebagai gambaran kenaikan manfaat UUK 13 dari masa kerja 0 tahun ke masa kerja 1 tahun adalah 100% yaitu dari 2, 3 ke 4, 6.

Pola kenaikan ini akan melandai bahkan menuju 0 persen setelah karyawan melewati masa kerja 10 tahun.





Marble Surface
gambaran.png

FAQ - LAYANAN

Berapa lama pengerjaan pembuatan Laporan PSAK 24?


Pointer dapat memulai pekerjaan Aktuaria setelah proposal penawaran disetujui dan lama waktu pengerjaan adalah 5 hari kerja berlaku sejak data dan informasi secara lengkap dan benar telah kami terima.




Hal apa saja yang dibutuhkan dalam rangka pembuatan laporan PSAK 24?


- Menandatangani Surat Penugasan pekerjaan
- Menyediakan data dan informasi internal guna memperlancar pekerjaan yang diperlukan oleh Aktuaris.




Berapa Biaya yang diperlukan untuk pembuatan Laporan PSAK 24?


Untuk melakukan pekerjaan Pembuatan Laporan PSAK 24, kami mengenakan Biaya jasa atas perhitungan Kewajiban Imbalan Paska Kerja sesuai PSAK 24 revisi 2013 (report dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris), berdasarkan dengan jumlah karyawan dan Kompleksibilitas data serta manfaat yang akan dihitung.